Selasa, 30 September 2014

TUGAS PURBAKALA INDONESIA

NAMA : MUHAMMAD RIYADNES
NIM : I1C114007
PURBAKALA INDONESIA

LUBANG JEPANG

Berwisata ke Bukittinggi tidaklah lengkap apabila Anda belum berkunjung ke salah satu goa paling terkenal di Sumatera, yakni Goa Jepang atau Lubang Jepang. Goa Jepang adalah saksi bisu sejarah penjajahan atau pendudukan Jepang yang masih tersisa ampai sekarang di Indonesia. Goa ini digunakan tentara Jepang sebagai tempat pertahanan  tentara Jepang di Bukittinggi sekitar tahun 1942-1945.
Geografis
Secara geografis keberadaan Goa Jepang atau Lubang Jepang ini terletak di Bukit Sihanok Bukittinggi yang berada dalam kawasan objek wisata Taman Panorama Bukittinggi, Sumatera Barat. Taman Panorama dan Goa Jepang berada di Jl. Panorama Bukittinggi, Sumatera Barat, hanya beberapa meter dari Pical Sikai.
Objek Wisata
Akses memasuki Goa Jepang adalah melalu pintu masuk tamann Panorama. Walaupun sebelumnya ada dua pintu masuk lainnya, yaitu arah jalan Ngarai Sianok dan samping istana Bung Hatta. Namun kini kedua jalan masuk tersebut telah ditutup. Goa buatan pintu masuk lubang jepang bukittinggi sumatera baratini berukuran sekitar 1,5 kilometer, namun demi keamanan saat ini hanya sepanjang 750 m saja yang diizinkan untuk dimasuki wisatawan. Tenang saja, dengan ukuran tersebut, Anda sudah akan puas melihat-lihat seisi goa dengan nuansa penjajahan masa lalu yang seolah dapat kita rasanya secara nyata. Dengan rongga berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi berkisar dua meter itu, kecuali beberapa rongga, membuat para pengunjung terpaksa membungkuk untuk melewatinya.

Meskipun istilah Goa memberikan kesan horor, namun Anda tetap akan merasa aman saat melangkah memasuki goa ini. Karena kini diameter lorong yang berukuran 3 hingga 4 m ini diterangi cahaya neon di tiap sisi. Hanya saja, meski sudah di semen dan diberikan puving block pada sebagian lantainya, bagian dinding tetap dipertahankan sebagaimana awalnya yaitu bertekstur sekat yang dahulu dimaksudkan sebagai peredam gema suara di dalam goa. Kesan penjajahan semakin kuat jika Anda memperhatikan bekas guratan senjata yang menghiasi dindingnya.
Sebelum berhasil memijakkan kaki Anda di dalam goa, terlebih dulu Anda akan dibawa menuruni 132 anak tangga. Perlu waspada ekstra di sini sebab tangga tersebut cukup curam.
Perkiraan kedalaman goa ini dari permukaan tanah adalah 40 m dengan panjang  dan Meskipun istilah Goa memberikan kesan horor, namun Anda tetap akan merasa aman saat melangkah memasuki goa ini. Karena kini diameter lorong yang berukuran 3 hingga 4 m ini diterangi cahaya neon di tiap sisi. Hanya saja, meski sudah di semen dan diberikan puving block pada sebagian lantainya, bagian dinding tetap dipertahankan sebagaimana awalnya yaitu bertekstur sekat yang dahulu dimaksudkan sebagai peredam gema suara di dalam goa. Kesan penjajahan semakin kuat jika Anda memperhatikan bekas guratan senjata yang menghiasi dindingnya. Sebelum berhasil memijakkan kaki Anda di dalam goa, terlebih dulu Anda akan dibawa menuruni 132 anak tangga. Perlu waspada ekstra di sini sebab tangga tersebut cukup curam. Perkiraan kedalaman goa ini dari permukaan tanah adalah 40 m dengan panjang  dan lebar lorong sekitar 1470 m dan 2 m. Sebagaimana layaknya sebuah tempat perlindungan, Anda akan menemukan ruangan-ruangan seperti ruang penyimpanan amunisi, ruang sidang di posisi lebih dalam goa, ruang tahanan, ruang dapur dengan lubang pengintaian pada bagian atas serta sebuah lubang kecil tepat di bawahnya. Konon, sejarah mengungkap tempat ini dahulunya menyimpan mayat para tahanan yang mati karena siksaan di dalam penjara.  Bagian ujung liang goa mengarah di Sungai Sianok. Suasana di sini cukup membuat Anda bergidik. Selanjutnya, Anda akan bertemu dengan ruang penyergapan di lorong utama. Sepanjang lorong, Anda dapat melihat empat lorong lain sebagai jalan keluar nantinya setelah Anda puas menjelajahi Goa Jepang. Setibanya di ujung, Anda dihadapkan pada lorong barak militer. Terakhir, Anda tak boleh luput melintasi lorong ruang amunisi dan lorong dengan posisi menanjak sebagai jalan keluar Anda.lebar lorong sekitar 1470 m dan 2 m. Sebagaimana layaknya sebuah tempat perlindungan, Anda akan menemukan ruangan-ruangan seperti ruang penyimpanan amunisi, ruang sidang di posisi lebih dalam goa, ruang tahanan, ruang dapur dengan lubang pengintaian pada bagian atas serta sebuah lubang kecil tepat di bawahnya. Konon, sejarah mengungkap tempat ini dahulunya menyimpan mayat para tahanan yang mati karena siksaan di dalam penjara.
Bagian ujung liang goa mengarah di Sungai Sianok.
Suasana di sini cukup membuat Anda bergidik. Selanjutnya, Anda akan bertemu dengan ruang penyergapan di lorong utama. Sepanjang lorong, Anda dapat melihat empat lorong lain sebagai jalan keluar nantinya setelah Anda puas menjelajahi Goa Jepang. Setibanya di ujung, Anda dihadapkan pada lorong barak militer. Terakhir, Anda tak boleh luput melintasi lorong ruang amunisi dan lorong dengan posisi menanjak sebagai jalan keluar Anda.
Legenda Penduduk
Sejarah terbentuknya Goa Jepang ini tentu bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kita karena tentunya dulu sewaktu sekolah kita pernah mempelajari tentang sejarahnya. Keberadaan Goa Jepang ini memang sebagai salah satu bukti dan saksi perjuangan para pahlawan kita dalam meraih kemerdekaan dan mempertahankan Indonesia. Keberadaan Goa Jepang di Bukittinggi juga bukanlah suatu kebetulan. Letaknya yang strategis di tengah Pulau Sumatra, membuat Kota ini sempat menjadi Pusat Komando Pertahanan Tentara Jepang di Sumatera (Seiko Sikikan Kakka). Pasukan Jepang saat itu di bawah pimpinan Jenderal Watanabe.
ruang lubang jepang bukittinggi sumatera baratSelain untuk kubu pertahanan, Goa Jepang di Kota Bukittinggi ini juga berfungsi untuk ruang dapur, ruang makan, tempat penyimpan amunisi, barak,  rumah sakit, ruang sidang, dengan total 27 ruangan kompleks lengkap. Bahkan, denah pun tertera di dinding pintu masuk. Tahanan penduduk Indonesia dipaksa dengan kejam mengerjakan penggalian Goa ini. Bahkan, tidak sedikit yang gugur akibat siksaan kerja paksa dalam pembuatan Goa Jepang ini.

Lokasi
Terletak di Bukit Sianok, Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Indonesia.
Akses
Dari Padang perjalanan dapat ditempuh selama 2 jam ke Bukittinggi menggunakan angkutan umum atau angkutan pribadi. Sesampai di Bukittinggi, bagi yang menggunakan kendaraan umum dilanjutkan dengan angkutan kota tujuan Lobang Jepang. Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Lubang Jepang.
Tiket Masuk
Harga tiket masuk ke Lubang Jepang bagi anak-anak sebesar Rp. 5000,- dan bagi orang dewasa sebesar Rp. 8000,-.
Akomodasi
Lubang Jepang terletak  di tengah Kota Bukittinggi, wisatawan yang ingin bermalam dapat menginap di penginapan atau hotel – hotel di kawasan kota. Dikawasan tersebut, wisatawan akan dimanjakan oleh aneka souvenir dan kuliner khas Padang. Salah satunya Nasi Kapau menjadi pilihan menarik kuliner yang bisa didapat di Pasar Lereng ( samping Pasar Atas ) Bukittinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar